SELAMAT DATANG


‘BAHASA INDONESIA’

PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN DI PERGURUAN TINGGI

Situs Ini Berjudul Bahasa Indonesia: Pengembangan Kepribadian Di Perguruan Tinggi, Yang Merupakan Salah Satu Situs Yang Ditunjukan Untuk Menunjang Perkuliahan Mata Kuliah Umum Bahasa Indonesia Di Perguruan Tinggi. Mata Kuliah Bahasa Indonesia Ini Merupakan Salah Satu Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Yang Bertujuan Mengembangkan  Kopetensi Dasar Mahasiswa Dalam Menggunakan Bahasa Indonesia Sebagai Sarana Komunikasi Lisan Dan Tulis Secara Sopan, Beradab, Berlogika, Dan Berhati Nurani.

Situs Ini Disusun Atas Sembilan karakter. Secara Lebih Rinci,

  1. Dalam Karakter Satu,  Dibahas Sejarah Pertumbuhan Bahasa Indonesia, Kedudukan Dan Fungsi Bahasa Indonesia, Dan Ragam-ragam Bahasa Indonesia.
  2. Dalam Karakter Dua,  Dijelaskan Eksistensi Bahasa Indonesia Baku, Ciri-ciri Bahasa Indonesia Baku, Fungsi Bahasa Indonesia Baku, Tantangan Dan Pengembangan Bahasa Indonesia Baku.
  3. Dalam Karakter Tiga,  Dijelaskan Sejarah Perkembangan Ejaan Bahasa Indonesia Dan Penerapan Kaidah Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan
  4. Dalam Karakter Empat,  Dibicarakan Hakikat Penerapan Diksi (Pilihan Kata) Dalam Kalimat, Kata-kata Denotatif Dan Konotatif, Dan Nonbaku, Pengunaan Kata Secara Tepat,  Penulisan Kata Secara Benar, Struktur Dan Pola Kalimat Dasar Bahasa Indonesia, Penyusunan Kalimat Baku.
  5. Dalam Karakter Lima,  Dibahas Penyusunan Paragraf Ilmiah Dengan Memperhatikan Jenis,  Persyaratan,  Struktur,  Teknik Pengembangan Paragraf, Dan Pengenalan Berbagai Jenis Karangan.
  6. Dalam Karakter Enam,  Dibicarakan Penyusunan Karangan Ilmiah Seperti Wujud Dan Fisik Karangan Ilmiah, Cara Pengacuan, Penulisan Daftar Pustaka, Penulisan Catatan Kaki, Penulisan Abstrak Dan Ringkasan, Serta Cara Menyajikan Dan Mempertahankan Hasil Penelitian.
  7. Dalam Karakter Tujuh,  Dibicarakan Dalam Keterampilan Membaca Sumber Ilmiah Dan Rangka  Mendukung Penulisan Karangan Ilmiah Seperti Karateristik Sumber Ilmiah, Penanda Informasi Dalam Bacaan, Tipe-tipe Informasi, dan Kiat Memahami Sumber Ilmiah.
  8. Dalam Karakter Delapan,  Dikupas Pula Keterampilan Menyampaikan Gagasan Dan Temuan Ilmiah Yakni Menggunakan Bahasa Dalam Forum Ilmiah, Modus Positif Bebicara, Bicara Dengan Mengaktifkan Pendengar,  Hukum Komunikasi Dan Keterampilan Berpidato Dan Berceramah.
  9. Dalam Karakter Sembilan,  Dijelaskan Pula Keterampilan Menulis Surat Resmi Dengan Berbagai Hal Yang Berkaitan Dengan Penulis Surat Berbentuk Komunikasi Tulis.

Cara Penyajian Materi Dalam Setiap Karakter Selalu Didahului Oleh Penjelasan Isi Karakter Dan Tujuan Instruksional Yang Dapat Dijadikan Patokan Oleh Pembaca Untuk Memahami Materi Setiap Karakter Tersebut.  Di Akhir Karakter, Dikemukakan Pula Pendalaman Materi Dalam Bentuk Latihan Dan Atau Tugas.

Penulis Situs Ini Dapat Terwujut Karena Dukungan Berbagai Pihak Terutama Dukungan Moral Dan Material Pimpinan Jurusan Bahasa Dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa Sastra Dan Seni ((FBSS),  Universitas Negeri Padang. Sehubungan Dengan Itu, Penulis Mengucapkan Terima Kasih. Demikianlah, Semoga Situs/Web Ini Bermanfaat Bagi Mahasiswa Di Indonesia

Penulisan Singkatan dan Akronim


Dalam EYD bahasa Indonesia, penulisan singkatan dan akronim di atur sebagaiberikut

a.     Singkatan ialah bentuk dipendekkan yang terdiri atas satu huruf atau lebih.   (1)  Singkatan nama orang, nama gelar, sapaan, jabatan, atau pangkat diikuti dengan tanda titik.

Contoh Penulisan yang benar

tahun ini, Bambang M.D. berkiprah di mahkamah konstitusi.
Menjelang pemilu, nama Deny J.A. terkenal di Indonesia.

Contoh penulisan salah

Tahun ini, Bambang MD berkiprah di mahkamah konstitusi.                                                                                                                                                                Menjelang pemilu, nama Deny JA terkenal di Indonesia.

(2)  Singkatan nama resmi lembaga pemerintahan dan ketatanegaraan, badan  atau  organisasi, serta nama dokumen resmi yang    terdiri atas huruf   kapital dan tidak diikuti dengan tanda titik.

Contoh penulisan yang benar

Beberapa lembaga tinggi negara di Indonesia adalah seperti MPR, DPR, DPD, dll. Untuk mengendarai mobil, kita harus membawa SIM A.

Contoh penulisan yang salah

Beberapa lembaga tinggi negara di Indonesia adalah seperti M.P.R., D.P.R., D.P.D., dll, Untuk mengendarai mobil, kita harus membawa S.I.M. A.

(3)  Singkatan umum yang terdiri atas tiga huruf  atau lebih diikuti satu tanda titik.

Contoh penulisan yang benar

Jika Anda menggunakan singkatan umum dalam tulisan, maka penulisan singkatan umum yang terdiri atas tiga huruf adalah seperti dll., dsb., dst., hlm., Y.th;  singkatan dua huruf seperti a.n., d.a., u.b., u.p.

Contoh penulisan yang salah

Jikan Anda menggunakan singkatan umum dalam tulisan, maka penulisan singkatan umum yang terdiri atas tiga huruf adalah seperti d.l.l., d.sb., d.st., hlm, s.d.a., Y.th.: singkatan dua huruf adalah seperti a/n, d/a, u/b, u/p.

Ragam-ragam Bahasa Indonesia


Ragam bahasa Indonesia pada hakikatnya adalah variasi penggunaan bahasa  oleh para penutur bahasa itu. Dengan konsep itu, keberadaan bahasa Indonesia resmi (Baku) dalam penggunaan bahasa Indonesia oleh para penuturnya merupakan salah satu bentuk variasi bahasa dari variasi bahasa Indonesia lainya. Hal penting yang perlu dipahami adalah bahwa bahasa Indonesia resmi digunakan pada tempat atau suasana yang resmi atau hal lain yang menjadi alasan digunakan bahasa resmi tersebut.

Ragam bahasa Idonesia dibedakan   Alwi  (1998:3–6)  berdasarkan penutur bahasa dan berdasarkan jenis pemakaian bahasa.                         Ragam bahasa Indonesia bedasarkan penutur diperinci menurut tinjauan  (1) daerah,  (2) pendidikan dan (3) sikap penutur. Ragam bahasa Indonesia berdasarkan jenis pemakaian bahasa diperinci menurut tinjauan   (1) bidang/pokok persoalan,  (2) sarananya, dan  (3) gangguan percampuran.  Ragam-ragam bahasa Indonesia dapat dijelaskan berikut ini.

1.  Berdasarkan Daerah Asal Penutur

Ditinjau berdasarkan daerah asal penutur, bahasa Indonesia yang digunakan oleh orang Indonesia memiliki variasi atau ragam. Ragam-ragam bahasa Indonesia dari sudut daerah penutur ini sering disebut dengan logat.  Dengan demikian akan terdapat beberapa ragam bahasa Indonesia yakni bahasa Indonesia logat Batak, bahasa Indonesia logat Minangkabau, bahasa Indonesia logat Jawa, bahasa Indonesia logat Aceh, bahasa Indonesia logat Sunda, bahasa Indonesia logat Bali, bahasa Indonesia logat Menado, bahasa Indonesia logat Melayu dan sebagainya.

2.  Berdasarkan Pendidikan Penutur

Berdasarkan sudut pandang pendidikan para penuturnya, bahasa Indonesia dibedakan atas beberapa ragam atau variasi. Dari sudut itu, kelihatan bahasa Indonesia memiliki variasi penggunaannya. Bahasa Indonesia yang digunakan oleh orang  yang berpendidikan berbeda dengan bahasa Indonesia yang digunakan oleh orang yang tidak berpendidikan.  Oleh karena itu, dapat dibedakan adanya bahasa Indonesia ragam  orang berpendidikan dan bahasa Indonesia ragam orang tidak berpendidikan.

3.  Berdasarkan Sikap Penutur

Ragam bahasa Indonesia berdasarkan sikap penutur dapat dibedakan atas beberapa macam.  Ragam bahasa menurut sikap penutur penggunaan bahasa Indonesia itu dapat pula disebut dengan langgam atau gaya. Oleh karena itu, bahasa Indonesia yang digunakan para penutur berdasarkan sikapnya dapat dibedakan atas beberapa macam yakni bahasa Indonesia dengan resmi; bahasa Indonesia ragam akrab, bahasa Indonesia ragam santai, dan sebagainya

4.  Berdasarkan Pokok Persoalan

Bahasa indonesia ditinjau berdasarkan pokok persoalan yang dibicarakan dapat pula dibedakan atas ragam-ragam bahasa Indonesia itu.  Setiap pokok persoalan atau bidang yang dibicarakan telah  memperlihatkan variasi bahasa Indonesia   sesuai dengan bidang itu. Bahasa Indonesia yang  digunakan dalam bidang Militer telah diperlihatkan kekhasannya atau variasi dengan bahasa Indonesia yang digunakan dalam bidang Kedokteran, sebagai misal. Pengungkapan  adanya operasi  dalam bidang Kedokteran  akan berbeda dengan mengungkapan  adanya operasi  dalam bidang Militer. Jadi, ragam bahasa menurut pokok persoalan dibedakan adanya ragam bahasa bidang agama, politik, militer, teknik, kedokteran, seni, dan sebagainya.

5. Berdasarkan Sarana

Bahasa Indonesia,  dilihat berdasarkan sarananya, dapat dibedakan atas ragam bahasa Indonesia lisan dan ragam bahasa Indonesia tertulis.  Bahasa Indonesia lisan masing-masing memiliki variasi dengan bahasa Indonesia tulis. Bahasa Indonesia tulis tidak lagi persis sama dengan bahasa Indonesia lisan.  Hal itu terjadi karena bahasa Indonesia tulis telah diatur dengan sistem atau aturannya sendiri. Akhirnya, bahasa Indonesia lisan memiliki kekhasan dan bahasa Indonesia tulis juga memiliki kekhasan. Namun,  kadang-kadang perlu dicermati tidak semua bahasa Indonesia yang lisan sebagai ragam lisan karena mungkin yang lisan itu pada hakikatnya adalah bahasa Indonesia ragam tulis yang dilisankan seperti dalam berita radio, pembacaan naskah, pidato menggunakan naskah, dan sebagainya.
Bahasa ragam lisan jelas memiliki perbedaan dengan bahasa ragam  tulis.  Lyons  (1977:69)  mengemukakan secara mendasar perbedaan bahasa ragam lisan dan bahasa ragam tulis terlihat pada ciri  (1) perbedaan tingkat pementingan unsur gramatika, leksikal, prosodi, dan paralingual;  (2) perbedaan perlengkapan unsur; dan (3) adatidaknya sifat kespontanan. Berdasarkan ciri itu akan terlihat perbedaan bahasa ragam lisan dan ragam tulis secara nyata. pada intinya ragam bahasa Indonesia lisan dan ragam bahasa Indonesia tulis dapat dilihat kekhasanya masing-masing dari aspek:  (1)  kosakata yag dimilikinyadan (2) struktur kalimat yang digunakanya.

6.  Berdasarkan Gangguan Percampuran

Bahasa Indonesia berdasarkan Pemakaiannya telah memperlihatkan adanya percampuran dengan bahasa asing dengan yang tidak mengalami percampuran. Hal itu terlihat bila bahasa Indonesia digunakan oleh para penuturnya terutama penutur di tingkat atas. Oleh karena itu, pada dasarnya bahasa Indonesia dapat dibedakanatasa ragam bahasa Indonesia mengalami percampuran dengan ragam bahasa Indonesia yang tidak mengalami percampuran.

Untuk menambah khasanah pemikiran tentang ragam bahasa indonesia ada baiknya dikemukakan ragam kreatif bahasa Indonesia menurut Sudaryanto.  (1997:50) yakni:  (1) bahasa Indonesia ragam jurnalistik;  (2) bahsa Indonesia ragam literer;  (3) bahasa Indonesia ragam filosofik;  (4) bahasa Indonesia ragam akademik;  (5) bahasa Indonesia ragam bisnis. Penjelasan keterkaitankeima ragam ituakan dijelaskan berikut ini.

Bahasa Indonesia ragam jurnalistik berada ditengah keempat ragam yang lain.  Bahasa Indonesia ragam jurnalistik eksis ditengah pengaruh dan mempengaruhi keempat ragamyang lain tersebut. Kepolosan merupakan alas utama ragam jurnalistik dengan menggunakan daya lugas mengimformasi fakta. Ragam literer atau ragam sastra dengan alas utama kepekaan mengunakan daya kejut mengimanijasi. Ragam filosofik muncul dengan alas kearifan menggunakan daya tualang  berkontemplasi atau daya renung. Ragam akadimik menggunakan alas kejernihan dengan daya canggih mengbtraksi. Ragam bisnis menggunakan alas keramahan dengan daya jerat menyugesti.

 

(Selamat Membaca)

Fungsi Bahasa Indonesia


Bahasa Indonesia memiliki fungsi sejalan dengan kedudukan bahasa Indonesia itu sebagai bahasa nasional dan sebagai bahasa negara. Halim (1979:50) menjelaskan Empat fungsi bahasa Indonesia dalam kedudukanya sebagai bahasa nasional. Selain itu, Halim (1979:52) juga menjelaskan Empat fungsi bahasa Indonesia dalam kedudukannya sebagai bahasa negara. Fungsi-fungsi bahasa Indonesia dijelaskan berikut ini.

  Empat Fungsi Bahasa Indonesia Dalam Kedudukannya Sebagai Bahasa Nasional

Dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, Bahasa Indonesia Empat funsi berikut ini.  

  1. Bahasa Indonesia berfungsi sebagai lambang kebanggaan nasional. Seluruh bangsa Indonesia patut bangga dengan adanya satu bahasa nasional di antara berbagai bahasa daerah dengan etnis yang berbeda-beda. Bangsa Indonesia memang unik karena terdiri dari berbagai etnis dan berbagai bahasa daerah. Namun demikian, pemikir bangsa Indonesia pada masa lalu mampu menetapkan satu bahasa nasional.    satu bahasa nasional di antara banyaknya penutur yang memiliki bahasa pertama  (bahasa  daerah) yang berbeda-beda itu merupakan suatu kebanggan bangsa kita. Barangkali, tidak banyaklah bangsa yang memiliki satu bahasa nasional yang dipakai secara luas dan dijunjung tinggi oleh berbagai etnis itu.
  2.   Bahasa Indonesia  berfungsi sebagai lambang identitas nasional.  Bangsa Indonesia terdiri berbagai etnis atau suku bangsa.  Dengan kondisi bangsa Indonesia yang beragam itu, bahasa Indonesia berfungsi sebagai lambang identitas nasional.  Kita perlu membangun kepercayaan diri bangsa kita.  Untuk itu, kita memerlukan identitas bangsa.  Jadi, identitas bangsa Indonesia, salah satunya dapat diwujutkan melalui bahasa nasional.  Artinya,  bansa Indonesia dengan berbgai suku dan berbagai bahasa daerah itu dapat diidentikkan sebagai sebuah bangsa melalui satu bahasa nasional yakni bahasa Indonesia.
  3. Bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat pemersatu berbagai suku bangsa.  Artinya, bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat yang meyakinkan penyatuan berbagai-bagai suku bangsa dengan latar belakang sosial budaya dan bahasanya masing-masing ke dalam kesatuan kebangsaan Indonesia.   Oleh bangsa Indonesia masih bisa bertahan sebagai suatu bangsa karena tetap dipersatukan oleh satu bahasa nasional yaitu bahasa Indonesia.
  4. Bahasa Indonesia berfungsi sebagai perhubungan antardaerah antarbudaya. jika bangsa kita tidak memiliki satu bahasa nasional, maka permasalahan utama yang pasti akan muncul adalah hambatan komunikasi di antara suku bangsa. Indonesia memiliki suku dan bahasa daerah yang sangat beragam. Keberagaman suku dan bahasa  daerah itu akan terasa sekali si wilayah Indonesia timur. Dua wilayah yang dibatasi oleh sebuah bukit, dapat pula terdiri atas sua suku yang berbeda dan dua bahasa yang berbeda pula. Demikian pula, dua pulau yang berdekatan, dapat pula terdiri atas dua suku yang berbeda dan dua bahasa yang berbeda pula.  Oleh karena itu, masalah komunikasi di antara berbagai suku dan bahasa daerah yang berbeda itu dapat diatasi dengan adanya satu bahasa nasional yakni bahasa Indonesia.

KEDUDUKAN BAHASA INDONESIA


Bertolak dari sejarah pertumbuhan bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia yang dijelaskan sebelumnya dapat dilihat kedudukan bahasa Indonesia itu di bumi Indonesia ini. Berdasarkan kedudukanya itu dapat pula diurai fungsi-fungsi yang diemban oleh bahasa Indonesia.

Kedudukan bahasa Indonesia pada dasarnya dapat dibedakan atas dua yang bertolak dari sejarah pertumbuhanya.

  1. Kedudukan Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Nasional
    Kedudukan yang paling dahulu muncul dari bahasa Indonesia adalah kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional.
    Kedudukan itu melekat sejak sumpah pemuda tahun 1928 dengan ikrar yang ketiga berbunyi menjoenjoeng tinggi bahasa persatoean bahasa Indonesia. sejak tanggal 28 Oktober 1928 ini secara resmitelah diakui adanya bahasa Indonesia dan mempunyai kewajiban untuk menjunjung tinggi bahasa pemersatu bangsa dengan berbagai etnis yang ada.
  2. Kedudukan Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Negara
         Beriringan dengan sejarah perjalanan bangsa indonesia yang merdeka 17 Agustus 1945, sehari sesudahnya pada tanggal 18 Agustus 1945 diakui keberadaan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara. Kedudukan itu temaktub dalam pasal 36 UUD 1945 yang berbunyi Bahasa negara adalah bahasa Indonesia. Jadi, tanggal 18 Agustus 1945 yang disahkannya UUD 1945 berarti kedudukan bahasa Indonesia juga sebagai bahasa negara selain memiliki kedudukan sebagai bahasa nasional yang ada sejak tanggal 28 Oktober 1928.                                                                                                                                                                                                                            Masalah kedudukan bahasa Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan kehidupan bernegara dapat dibedakan berikut ini.      Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional diembannya dalam persoalan kehidupan berbangsa bukan dalam kehidupan bernegara. Demikian juga, Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara diembannya dalam persoalan kehidupan bernegara bukan dalam kehidupan berbangsa.

SEJARAH PERTUMBUHAN BAHASA INDONESIA


Gambar

Bahasa Indonesia Yang Kita Kenal Sekarang Berasal Dari Bahasa Melayu. Bahasa Indonesia Berkembang Dan Dikembangkan Dengan Modal Utamanya Adalah Bahasa Melayu Yang Penutur Aslinya Di Tanah Melayu Yakni Sebagian Besar Daratan Pulau Sumatera Dan Daratan Malaysia Sekarang. Berkembang Dapat Diartikan Bahwa Bahasa Bahasa Melayu Digunakan Oleh Penuturnya Secara Alamiah, Berkembang Kearah Yang Lebih Modern Sesuai Dengan Tuntunan Zaman Penuturnya Hidup. Dikembangkan Dapat Diartikan Bahasa Melayu Dikembangkan Secara Terencana Yang Biasa Dilakukan Oleh Lembaga-lembaga Resmi Baik Sebelum Kemerdekaan Maupun Sampai Masa Reformasi.

Pertumbuhan Bahasa Melayu Yang Diyakini Banyak Orang Telah Menjadi Bahasa Indonesia Di Wilayah Penutur Kepulauan Nusantara Dapat Dikemukakan Dengan Rumusan Matematika: BM + bd + ba. Artinya, Modal Utama Bahasa Indonesia Sekarang Adalah Bahasa Melayu (Grafem BM Kapital); Kemudian Bahasa Melayu Itu Diperkaya Dengan Sebagian Kecil Kosakata Bahasa Daerah Dan Sebagian Kecil Kosakata Bahasa Asing (bd Dan ba Dengan Grafem Kecil). Pemerkayaan Bahasa Melayu Yang Dipakai Pada Masa Sebelum Kemerdekaan Di Sebagian Besar Wilayah Nusantara Juga Telah Diperkaya Oleh Bahasa Daerah Dan Bahasa Asing.

Dengan Demikian, Bahasa Indonesia Sekarang Adalah Bahasa Yang Berkembang Atau Berasal Dari Bahsa Melayu. Artinya Pula, Bahasa Melayu Adalah Dasar Bahasa Indonesia Sekarang. Jadi, Bahasa Indonesia Sekarang Tidang Sama Dengan Bahasa Melayu Yang Ada Sekarang Yang Masih Digunakan Orang-orang Melayu Seperti Orang Melayu Medan, Riau, Jambi, Palembang, Malaysia, Brunai,Dan Sebagainya.

Secara Resmi, Pemikiran Bahasa Melayu Menjadi Bahasa Indonesia Telah Dipatrikan Melalui Sumpah Pemuda Tanggal 28 Oktober 1928. Hal Tersebut Diungkapkan Dengan Ikrar Ketiga Pemuda Dan Pemudi Indonesia Yang Berbunyi:  “kami poetera dan poeteri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatuan, bahasa Indonesia“.

Gambar 

Keyakinan Banyak Orang Tentang Bahasa Indonesia Yang Dijunjung Tinggi Sebagai Bahasa Persatuan Seperti Yang Diikrar Tersebut Adalah Bahasa Melayu Yang Telah Menjadi Bahsa Persatuan Pada Masa Itu Disebagian Besar Wilayah Nusantara. Hal Itu Pernah Diungkapkan  Ki Hajar Dewantara Dalam Kongres Bahasa Indonesia I Tahun 1939 Di Solo ( Tim Penyusunan Kamus Pembinaan Dan Pengembangan Bahasa, 1997:xxv) Seperti Berikut Ini.

Gambar               Jang dinamakan  ‘Bahasa Indonesia’ Jaitoe bahasa Melajoe jang soenggoepoen pokoknja berasal dari ‘Melajoe Riaoe’ akan tetapi jang soedah ditambah, dioebah ataoe dikoerangi menoroet keperloean zaman dan baharoe, hingga bahasa itoe laloe moedah dipakai oleh rakjat di seloeroeh Indonesia; pembaharoean bahasa melajoe hingga menjadi bahasa Indonesia itoe haroes dilakoekan oleh kaoem ahli jang beralam baharoe, ialah alam kebangsaan Indonesia“.

Penjelasan Tentang Keyakinan Kita Tentang Bahasa Melayu Yang Diikrarkan Sebagai Bahasa Indonesia Dapat Pula Dilihat Seperti Yang Dicetuskan Peserta Dalam Kongres Bahasa Indonesia  II  Tahun 1954 Di Medan Yang Berbunyi: ” bahwa asal bahasa Indonesia ialah bahasa Melaju. Dasar Bahsa Indonesia ialah Bahasa Melaju jang disesuaikan dengan pertumbuhanja dalam masjarakat Indonesia” (Tim Penyusun Kamus Pembinaan Dan Pengembangan Bahasa, 1997:xxv).

Continue reading

SEJARAH PERTUMBUHAN, KEDUDUKAN, DAN FUNGSI BAHASA INDONESIA


Pada Kalimat Ini Akan Dikupas Masalah Keberadaan Bahasa Indonesia Sebagai Alat Komunikasi Di Indonesia Permasalahan Keberadaan Bahasa Indonesia Akan Dibicarakan Tentang Sejarah Kelahiran Bahasa Indonesia Dalam Wilayah Kepulauan Dengan Beribu-ribu Pulau Yang Tidak Dapat Dinafikan Telah Memiliki Ratusan Bahasa Daerah. Permasalahan Lain Yang Dibicarakan Adalah Kedudukan Bahasa Indonesia Dan Fungsinya. Hal Ini Menjadi Penting Dan Perlu Dibedakan Karena Bahasa Indonesia Mengalami Perkembangan Yang Lebih Dahulu Kelahiran Negara Indonesia. Hal Lain Yang Juga Dibicarakan Adalah Ragam-ragam Bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia Yang Digunakan Oleh Penutur Aslinya Yang Heterogen Dan Suasana Serta Tempat Pemakaian Yang Bervariasi Telah Menimbulkan Kekhasannya  Masing-masing. Pada Saat Seperti Itulah Tidak Dapat Ditolak, Suka Tidak Suka, Setuju Tidak Setuju, Telah Memunculkan Ragam-ragam Bahasa Indonesia.    Untuk Memandu Pembaca Memahami Sasaran Utama Yang Hendak Dicapai  Melalui. ‘PENGEMBANGANBAHASA4′ Ini, Ada Baiknya Sasaran Tersebut Dikemukakan Secara Kongkret. Sasaran Itu Adalah Berikut Ini. Pertama, Pembaca Dapat Menjelaskan Sejarah Pertumbuhan Bahasa Indonesia. Kedua, Pembaca Dapat Membedakan Bermacam Kedudukan Bahasa Indonesia. Keempat, Pembaca Dapat Menjelaskan Ragam-ragam Bahasa Indonesia.