Fungsi Bahasa Indonesia


Bahasa Indonesia memiliki fungsi sejalan dengan kedudukan bahasa Indonesia itu sebagai bahasa nasional dan sebagai bahasa negara. Halim (1979:50) menjelaskan Empat fungsi bahasa Indonesia dalam kedudukanya sebagai bahasa nasional. Selain itu, Halim (1979:52) juga menjelaskan Empat fungsi bahasa Indonesia dalam kedudukannya sebagai bahasa negara. Fungsi-fungsi bahasa Indonesia dijelaskan berikut ini.

  Empat Fungsi Bahasa Indonesia Dalam Kedudukannya Sebagai Bahasa Nasional

Dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, Bahasa Indonesia Empat funsi berikut ini.  

  1. Bahasa Indonesia berfungsi sebagai lambang kebanggaan nasional. Seluruh bangsa Indonesia patut bangga dengan adanya satu bahasa nasional di antara berbagai bahasa daerah dengan etnis yang berbeda-beda. Bangsa Indonesia memang unik karena terdiri dari berbagai etnis dan berbagai bahasa daerah. Namun demikian, pemikir bangsa Indonesia pada masa lalu mampu menetapkan satu bahasa nasional.    satu bahasa nasional di antara banyaknya penutur yang memiliki bahasa pertama  (bahasa  daerah) yang berbeda-beda itu merupakan suatu kebanggan bangsa kita. Barangkali, tidak banyaklah bangsa yang memiliki satu bahasa nasional yang dipakai secara luas dan dijunjung tinggi oleh berbagai etnis itu.
  2.   Bahasa Indonesia  berfungsi sebagai lambang identitas nasional.  Bangsa Indonesia terdiri berbagai etnis atau suku bangsa.  Dengan kondisi bangsa Indonesia yang beragam itu, bahasa Indonesia berfungsi sebagai lambang identitas nasional.  Kita perlu membangun kepercayaan diri bangsa kita.  Untuk itu, kita memerlukan identitas bangsa.  Jadi, identitas bangsa Indonesia, salah satunya dapat diwujutkan melalui bahasa nasional.  Artinya,  bansa Indonesia dengan berbgai suku dan berbagai bahasa daerah itu dapat diidentikkan sebagai sebuah bangsa melalui satu bahasa nasional yakni bahasa Indonesia.
  3. Bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat pemersatu berbagai suku bangsa.  Artinya, bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat yang meyakinkan penyatuan berbagai-bagai suku bangsa dengan latar belakang sosial budaya dan bahasanya masing-masing ke dalam kesatuan kebangsaan Indonesia.   Oleh bangsa Indonesia masih bisa bertahan sebagai suatu bangsa karena tetap dipersatukan oleh satu bahasa nasional yaitu bahasa Indonesia.
  4. Bahasa Indonesia berfungsi sebagai perhubungan antardaerah antarbudaya. jika bangsa kita tidak memiliki satu bahasa nasional, maka permasalahan utama yang pasti akan muncul adalah hambatan komunikasi di antara suku bangsa. Indonesia memiliki suku dan bahasa daerah yang sangat beragam. Keberagaman suku dan bahasa  daerah itu akan terasa sekali si wilayah Indonesia timur. Dua wilayah yang dibatasi oleh sebuah bukit, dapat pula terdiri atas sua suku yang berbeda dan dua bahasa yang berbeda pula. Demikian pula, dua pulau yang berdekatan, dapat pula terdiri atas dua suku yang berbeda dan dua bahasa yang berbeda pula.  Oleh karena itu, masalah komunikasi di antara berbagai suku dan bahasa daerah yang berbeda itu dapat diatasi dengan adanya satu bahasa nasional yakni bahasa Indonesia.

KEDUDUKAN BAHASA INDONESIA


Bertolak dari sejarah pertumbuhan bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia yang dijelaskan sebelumnya dapat dilihat kedudukan bahasa Indonesia itu di bumi Indonesia ini. Berdasarkan kedudukanya itu dapat pula diurai fungsi-fungsi yang diemban oleh bahasa Indonesia.

Kedudukan bahasa Indonesia pada dasarnya dapat dibedakan atas dua yang bertolak dari sejarah pertumbuhanya.

  1. Kedudukan Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Nasional
    Kedudukan yang paling dahulu muncul dari bahasa Indonesia adalah kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional.
    Kedudukan itu melekat sejak sumpah pemuda tahun 1928 dengan ikrar yang ketiga berbunyi menjoenjoeng tinggi bahasa persatoean bahasa Indonesia. sejak tanggal 28 Oktober 1928 ini secara resmitelah diakui adanya bahasa Indonesia dan mempunyai kewajiban untuk menjunjung tinggi bahasa pemersatu bangsa dengan berbagai etnis yang ada.
  2. Kedudukan Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Negara
         Beriringan dengan sejarah perjalanan bangsa indonesia yang merdeka 17 Agustus 1945, sehari sesudahnya pada tanggal 18 Agustus 1945 diakui keberadaan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara. Kedudukan itu temaktub dalam pasal 36 UUD 1945 yang berbunyi Bahasa negara adalah bahasa Indonesia. Jadi, tanggal 18 Agustus 1945 yang disahkannya UUD 1945 berarti kedudukan bahasa Indonesia juga sebagai bahasa negara selain memiliki kedudukan sebagai bahasa nasional yang ada sejak tanggal 28 Oktober 1928.                                                                                                                                                                                                                            Masalah kedudukan bahasa Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan kehidupan bernegara dapat dibedakan berikut ini.      Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional diembannya dalam persoalan kehidupan berbangsa bukan dalam kehidupan bernegara. Demikian juga, Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara diembannya dalam persoalan kehidupan bernegara bukan dalam kehidupan berbangsa.